{"id":216,"date":"2022-07-25T20:19:59","date_gmt":"2022-07-25T13:19:59","guid":{"rendered":"https:\/\/guru.smkn1pacitan.sch.id\/sis\/?p=216"},"modified":"2022-07-25T20:22:54","modified_gmt":"2022-07-25T13:22:54","slug":"menganalisis-jaringan-berbasis-luas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/guru.smkn1pacitan.sch.id\/sis\/2022\/07\/25\/menganalisis-jaringan-berbasis-luas\/","title":{"rendered":"Menganalisis Jaringan Berbasis Luas"},"content":{"rendered":"\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>A. Pengenalan Jaringan&nbsp;<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Jaringan\/network adalah suatu mekanisme yang memungkinkan berbagai komputer&nbsp;terhubung dan para penggunanya dapat berkomunikasi dan share resources satu sama lain.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/moodle.smkn1pacitan.sch.id\/pluginfile.php\/33809\/mod_page\/content\/1\/image.png\" alt=\"\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Informasi dan data bergerak melalui media transmisi jaringan sehingga memungkinkan&nbsp;pengguna jaringan komputer untuk saling bertukar dokumen dan data, mencetak pada&nbsp;printer yang sama dan bersama-sama menggunakan hardware\/software yang terhubung&nbsp;dengan jaringan. Saat ini kita mengenal beberapa jenis jaringan pada umumnya yaitu jaringan&nbsp;data dan internet. Jaringan data adalah sebuah jaringan yang memungkinkan komputer-komputer yang ada saling bertukar data. Contoh yang paling sederhana adalah dari jaringan&nbsp;data adalah dua buah PC terhubung melalui sebuah kabel. Akan tetapi, rata-rata jaringan&nbsp;data menghubungkan banyak alat. Jaringan internet adalah sekumpulan jaringan-jaringan&nbsp;yang saling terhubung oleh alat jaringan dan akan menjadikan jaringan-jaringan tersebut&nbsp;sebagai satu jaringan yang besar. Public internet adalah contoh yang paling mudah dikenali&nbsp;sebagai jaringan tunggal yang menghubungkan jutaan komputer.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>B.&nbsp;Arsitektur Jaringan<\/strong><br><strong>&nbsp;<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Ada 3 jenis arsitektur jaringan data yaitu:<\/p>\n\n\n\n<p>a.&nbsp;LAN (Local Area Network)<\/p>\n\n\n\n<p>Jaringan ini beroperasi dalam area yang jaraknya terbatas (kurang dari 10 kilometer).&nbsp;Biasanya jaringan ini bersifat tertutup karena hanya digunakan oleh sekumpulan&nbsp;orang dan memberikan akses bandwith yang tinggi dalam lingkup kelompok yang&nbsp;menggunakannya. Alat yang biasa digunakan adalah Switch dan Hub.<\/p>\n\n\n\n<p>b.&nbsp;WAN (Wide Area Network)<\/p>\n\n\n\n<p>Jaringan ini beroperasi dalam area yang lebih luas dari LAN. Biasanya jaringan WAN&nbsp;berfungsi untuk menghubungkan LAN yang berada terpisah secara geografis. Biasanya&nbsp;digunakan juga untuk fulltime\/partime connectivity antardaerah dan juga untuk public&nbsp;services seperti email. Alat yang biasa digunakan di jaringan ini adalah Router.<\/p>\n\n\n\n<p>c.&nbsp;MAN (Metropolitan Area Network)<\/p>\n\n\n\n<p>Jaringan ini beroperasi dalam area yang lebih luas secara geografis. Biasanya&nbsp;menghubungkan jaringan WAN yang terpisah sehingga memungkinkan untuk&nbsp;terjadinya pertukaran informasi dan sharing data dan devices. Alat yang digunakan&nbsp;adalah kumpulan dari Router dan Gateway.&nbsp;Jaringan yang pertama kali dikenalkan adalah LAN. WAN diperkenalkan sebagai jaringan&nbsp;yang menghubungkan LAN-LAN yang ada sehingga user juga dapat membagi informasi dan&nbsp;mengakses alat-alat yang ada. Di sini yang akan kita bahas lebih lanjut adalah mengenai&nbsp;WAN. Kita akan membahas lebih dalam mengenai jaringan ada 2 konsep yang penting yaitu:<\/p>\n\n\n\n<p>1)&nbsp;Protocol<\/p>\n\n\n\n<p>Protocol banyak digunakan untuk proses komunikasi di antara entiti pada sistem yang&nbsp;berbeda-beda. Istilah entiti merujuk pada program-program aplikasi user sedangkan&nbsp;sistem lebih pada komputer dan terminal. Elemen-elemen kunci untuk sebuah protocol&nbsp;adalah sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<p>a.&nbsp;Syntax<\/p>\n\n\n\n<p>Meliputi segala sesuatu yang berkaitan dengan format data dan level-level sinyal.<\/p>\n\n\n\n<p>b.&nbsp;Semantics<\/p>\n\n\n\n<p>Meliputi informasi kontrol untuk koordinasi dan pengendalian kesalahan.<\/p>\n\n\n\n<p>c.&nbsp;Timing<\/p>\n\n\n\n<p>Meliputi kesesuaian urutan dan kecepatan.<\/p>\n\n\n\n<p>2)&nbsp;Arsitektur komunikasi komputer<\/p>\n\n\n\n<p>Ada 2 arsitektur protokol yang digunakan sebagai dasar bagi pengembangan standar-standar:<\/p>\n\n\n\n<p>a.&nbsp;Model TCP\/IP<\/p>\n\n\n\n<p>Model dan protokol TCP\/IP merupakan open standard yang merupakan standar teknis&nbsp;dan historis dari internet. Pada tahun 1973, Bob Kahn dan Vint Cerf mengerjakan&nbsp;proyek yang nantinya disebut TCP\/IP. Selanjutnya, model TCP\/IP dikembangkan&nbsp;Departemen Pertahanan USA (DOD) pada tahun 1981 (cisco.netacad.net, ch9, s1)&nbsp;dengan tujuan ingin menciptakan suatu jaringan yang dapat bertahan dalam segala&nbsp;kondisi. TCP\/IP adalah jenis protokol pertama yang digunakan dalam hubungan&nbsp;internet, sehingga banyak istilah dan konsep yang dipakai dalam hubungan internet&nbsp;berasal dari istilah dan konsep yang dipakai oleh protokol TCP\/IP. Perkembangan&nbsp;TCP\/IP menciptakan suatu standar de facto, yaitu suatu standar yang diterima oleh&nbsp;kalangan pemakai dengan sendirinya karena pemakaian yang luas. Beberapa layer&nbsp;pada model TCP\/IP mempunyai nama yang sama dengan model OSI.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/moodle.smkn1pacitan.sch.id\/pluginfile.php\/33809\/mod_page\/content\/1\/image%20%281%29.png\" alt=\"\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Gambar 1.3 merupakan gambaran dari model TCP\/IP di mana dapat dilihat bahwa&nbsp;model TCP\/IP juga dibagi menjadi 2 bagian, yaitu bagian networks dan protocols.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>C. Topologi WAN<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Topologi WAN menggambarkan cara fasilitas transmisi digunakan berdasarkan lokasi-lokasi yang terhubung. Banyak topologi yang memungkinkan, masing-masing mempunyai&nbsp;perbedaan cost, performance, dan scalability sendiri-sendiri. Topologi-topologi yang sering&nbsp;digunakan antara lain ring, star, full-mesh, partial-mesh yang memiliki bentuk topologi yang&nbsp;sama dengan LAN, dan multi-tiered meliputi two-tiered dan three-tiered yang tidak terdapat&nbsp;pada LAN. Berikut pada gambar 1.4 adalah contoh dari topologi tiered.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/moodle.smkn1pacitan.sch.id\/pluginfile.php\/33809\/mod_page\/content\/1\/image%20%282%29.png\" alt=\"\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>a.&nbsp;Topologi Ring<\/p>\n\n\n\n<p>Topologi ini menghubungkan satu node ke node berikutnya dan node terakhir&nbsp;terhubung ke node awal. Hal ini tentunya membuat bentuk yang menyerupai lingkaran.<\/p>\n\n\n\n<p>b.&nbsp;Topologi Star<\/p>\n\n\n\n<p>Topologi ini menghubungkan semua kabel pada sebuah titik sentral terkonsentrasi.<\/p>\n\n\n\n<p>c.&nbsp;Topologi Mesh<\/p>\n\n\n\n<p>Topologi mesh diimplementasikan untuk menyediakan perlindungan sebanyak mungkin&nbsp;yang diinginkan dari interupsi pada network service. Penggunaan dari topologi mesh&nbsp;pada sistem jaringan terkontrol dari pembangkit tenaga nuklir adalah sebuah contoh&nbsp;yang sangat sesuai. Seperti sudah diperlihatkan pada gambar di bawah ini, setiap host&nbsp;memiliki koneksi dengan host lain.&nbsp;Meskipun internet memiliki banyak hubungan ke setiap lokasi, internet tidak mengadopsi&nbsp;topologi ini secara penuh. Meskipun internet memiliki banyak hubungan ke setiap lokasi,&nbsp;internet tidak mengadopsi topologi ini secara penuh. Hal ini dikarenakan oleh biaya&nbsp;dan bandwidth yang dibutuhkan untuk menghubungkan setiap node sangatlah besar&nbsp;dan hampir tidak mungkin untuk dilakukan.<\/p>\n\n\n\n<p>d.&nbsp;Pemilihan Topologi<\/p>\n\n\n\n<p>Pada saat pemilihan topologi jaringan, cukup banyak pertimbangan yang harus diambil&nbsp;tergantung pada kebutuhan. Faktor-faktor yang perlu mendapatkan pertimbangan&nbsp;antara lain adalah sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<p>1)&nbsp;Biaya, sistem apa yang paling efisien yang dibutuhkan organisasi.<\/p>\n\n\n\n<p>2)&nbsp;Kecepatan, sejauh mana kecepatan yang dibutuhkan oleh sistem.<\/p>\n\n\n\n<p>3)&nbsp;Lingkungan, misal: listrik, adakah faktor lingkungan yang berpengaruh.<\/p>\n\n\n\n<p>4)&nbsp;Ukuran (skalabilitas), berapa besar ukuran jaringan. Apakah jaringan memerlukan&nbsp;file server atau sejumlah server khusus.<\/p>\n\n\n\n<p>5)&nbsp;Konektivitas, apakah pemakai yang lain perlu mengakses jaringan dari berbagai&nbsp;lokasi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>D. Jenis Konektifitas Jaringan WAN<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Ada beberapa jenis konektifitas dalam WAN, yaitu:<\/p>\n\n\n\n<p><strong><em>a.&nbsp;Leased Line<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Biasanya disebut sebagai koneksi point-to-point atau dedicated koneksi. Leased line&nbsp;jalur komunikasi WAN yang dibangun dari CPE melalui DCE switch, menuju remote site&nbsp;CPE memperbolehkan jaringan DTE untuk berkomunikasi kapan saja dengan tanpa&nbsp;prosedur settingan sebelum mentransmisikan data. Ketika biaya bukan masalah, ini&nbsp;adalah pilihan yang terbaik. Leased line menggunakan synchronous serial lines sampai&nbsp;dengan 45 Mbps. Enkapsulasi HDLC dan PPP sering kali digunakan dalam leased line.&nbsp;PPP (Point-to-Point Protocol) merupakan protocol data-link yang bisa digunakan melalui&nbsp;media asynchronous (dial-up) ataupun synchronous (ISDN) dan menggunakan LCP (Link&nbsp;Control Protocol) untuk membangun dan menjaga koneksi yang ada.<\/p>\n\n\n\n<p><em><strong>b.&nbsp;Circuit Switching<\/strong><\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Ketika kita mendengar istilah circuit switching yang akan terpikirkan adalah panggilan&nbsp;telepon. Keuntungan terbesar adalah biaya. Kita hanya membayar untuk waktu yang kita&nbsp;gunakan. Tidak ada data yang akan dikirim sebelum koneksi dibangun atau dijalankan.&nbsp;Circuit switching menggunakan dial-up modems atau ISDN, dan biasa digunakan untuk&nbsp;pengiriman data pada bandwith yang kecil. ISDN adalah layanan telekomunikasi seluruh&nbsp;dunia yang menggunakan transmisi digital dan teknologi switching untuk mendukung&nbsp;komunikasi data digital dan suara. Ada 2 macam ISDN yaitu ISDN BRI dan PRI.&nbsp;ISDN BRI (Basic Rate Interface) terdiri dari 2 B channels dan 1 D channel. Channel B BRI&nbsp;bekerja pada 64 Kbps dan membawa data. Channel D BRI bekerja pada 16 Kbps dan&nbsp;biasanya membawa kontrol dan informasi persinyalan. BRI juga menyediakan kontrol&nbsp;framing dengan jumlah total bit rate mencapai 144 Kbps. ISDN Primary Rate Interface&nbsp;(PRI) terdiri dari 23 B channels dan satu 64 Kbps D channel di Amerika Utara dan Jepang&nbsp;dengan total bit rate mencapai 1.544 Mbps.<\/p>\n\n\n\n<p><strong><em>c.&nbsp;Packet Switching<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Ini adalah metode switching WAN yang memungkinkan perusahaan kita untuk&nbsp;berbagi bandwidth dengan perusahaan untuk menghemat biaya. Packet switching bisa&nbsp;dianalogikan mirip dengan leased line tetapi biaya yang diperlukan hanya sebesar ketika&nbsp;kita menggunakan model circuit switching. Sekarang yang menjadi pertimbangan&nbsp;apakah diperlukan pengiriman data secara konstan? Apabila iya, pilihan ini kurang tepat.&nbsp;Contoh dari packet switching adalah frame relay dan X.25. Kecepatan akses berkisar&nbsp;antara 56 Kbps sampai T3 (45 Mbps). Frame Relay merupakan bentuk packet switching&nbsp;yang didasarkan atas pengunaan frame lapisan jalur dengan panjang variabel. Tidak&nbsp;terdapat lapisan jaringan, dan beberapa fungsi dasar telah dipersingkat atau dikurangi&nbsp;agar menampilkan laju penyelesaian yang lebih besar. Frame Relay dirancang untuk&nbsp;mengeliminasi banyaknya overhead pada sistem ujung pemakai dan pada jaringan&nbsp;packet switching. Pada frame relay, sebuah frame data pemakai tunggal dikirim dari&nbsp;sumber ke tujuan dan sebuah balasan yang dibangkitkan oleh lapisan yang lebih&nbsp;tinggi dibawa kembali di dalam frame. Kekurangan dari frame relay adalah tidak adanya&nbsp;kemampuan untuk menampilkan flow control dan kontrol kesalahan jalur demi jalur.&nbsp;Kelebihan dari frame relay adalah proses komunikasi yang ringan dan meningkatnya&nbsp;keandalan fasilitas transmisi dan switching.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>E.&nbsp;<\/strong><strong>Komponen dalam Jaringan WAN<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>WAN menghubungkan LAN-LAN yang terpisah secara geografis (lebih dari 100 meter)&nbsp;sehingga secara otomatis komponen yang terdapat dalam LAN juga terdapat dalam WAN.<\/p>\n\n\n\n<p>Komponen tersebut antara lain:<\/p>\n\n\n\n<p><strong>a.&nbsp;Router<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Router adalah penyaring atau filter lalu lintas data. Penyaringan dilakukan dengan&nbsp;menggunakan routing protocol tertentu. Router bukanlah perangkat fisikal, melainkan&nbsp;logikal. Misalnya sebuah IP router dapat membagi jaringan menjadi beberapa subnet&nbsp;sehingga hanya lalu lintas yang ditujukan untuk IP address tertentu yang dapat mengalir&nbsp;dari suatu segmen ke segmen lainnya.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/moodle.smkn1pacitan.sch.id\/pluginfile.php\/33809\/mod_page\/content\/1\/image%20%283%29.png\" alt=\"\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Router memiliki 2 interface (port) yaitu interface serial dan ethernet. Interface Serial&nbsp;biasanya menggunakan kabel DTE\/DCE dan seringkali digunakan untuk koneksi WAN&nbsp;atau internet. Sedangkan Interface Ethernet sering kali digunakan koneksi ke LAN.&nbsp;Rata-rata router saat ini sudah memiliki interface fast ethernet (100 Base T) bahkan&nbsp;ada beberapa yang sudah memiliki interface gigabit ethernet (1000 Base T). Router&nbsp;menggunakan routing protocol untuk bertukar informasi routing. Routing protocol&nbsp;memungkinkan router untuk mengetahui informasi dari router lain yang berada di&nbsp;jaringan sehingga data bisa dikirim pada tujuan yang tepat.&nbsp;Perlu diingat bahwa dua router yang berkomunikasi satu sama lain harus menggunakan&nbsp;routing protocol yang sama atau mereka tidak bisa bertukar informasi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Routing protocol yang banyak digunakan:<\/p>\n\n\n\n<p>1)&nbsp;RIP v1<\/p>\n\n\n\n<p>2)&nbsp;RIP v2<\/p>\n\n\n\n<p>3)&nbsp;IGRP (Interior Gateway Routing Protocol)<\/p>\n\n\n\n<p>4)&nbsp;EIGRP (Exterior Gateway Routing Protocol)<\/p>\n\n\n\n<p>5)&nbsp;OSPF (Open Shortest Path First)<\/p>\n\n\n\n<p>6)&nbsp;IS-IS<\/p>\n\n\n\n<p>7)&nbsp;BGP (Border Gateway Protocol)<\/p>\n\n\n\n<p>8)&nbsp;Static Route<br><strong>b.&nbsp;Switch<\/strong><strong><\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/moodle.smkn1pacitan.sch.id\/pluginfile.php\/33809\/mod_page\/content\/1\/image%20%284%29.png\" alt=\"\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><strong><br><\/strong><br>Switch dikenal juga dengan istilah LAN switch merupakan perluasan dari bridge. Ada&nbsp;dua buah arsitektur switch, sebagai berikut:1)&nbsp;Cut throughKelebihan dari arsitektur switch ini terletak pada kecepatan, karena pada saat sebuah&nbsp;paket datang, switch hanya memperhatikan alamat tujuan sebelum diteruskan ke&nbsp;segmen tujuannya.2)&nbsp;Store and forwardSwitch ini menerima dan menganalisis seluruh isi paket sebelum meneruskannya&nbsp;ke tujuan dan untuknya memerlukan waktu. Keuntungan menggunakan switch&nbsp;apabila switch tersebut merupakan base ethernet adalah karena setiap segmenjaringan memiliki bandwith 10 Mbps penuh, dan 100 Mbps apabila base fast ethernet&nbsp;dan tidak terbagi seperti pada hub.<br><strong>c.&nbsp;Hub<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/moodle.smkn1pacitan.sch.id\/pluginfile.php\/33809\/mod_page\/content\/1\/image%20%285%29.png\" alt=\"\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Hub adalah suatu perangkat yang memiliki banyak port. Hub akan menghubungkan&nbsp;beberapa node (komputer) sehingga akan membentuk suatu jaringan dengan topologi&nbsp;star. Pada jaringan yang umum, sebuah port akan menghubungkan hub dengan&nbsp;komputer server. Sementara itu port yang lain digunakan untuk menghubungkan hub&nbsp;dengan node-node. Hub hanya memungkinkan user untuk berbagi jalur yang sama.&nbsp;Pada jaringan tersebut, tiap user hanya akan mendapatkan kecepatan dari bandwith&nbsp;yang ada. Misalkan jaringan yang digunakan adalah ethernet 10 Mbps dan pada jaringan&nbsp;tersebut tersambung 10 unit komputer. Jika semua komputer tersambung ke jaringan&nbsp;secara bersamaan maka bandwith yang dapat digunakan oleh masing-masing user&nbsp;rata-rata adalah 1 Mbps.<br><strong>d.&nbsp;Kabel<\/strong><strong><br><\/strong><strong><\/strong>Kabel yang digunakan dalam jaringan WAN ada 2 jenis.<br>1.&nbsp;Kabel UTP<br>Ada dua buah jenis kabel UTP yakni shielded dan unshielded. Shielded adalah&nbsp;kabel yang memiliki selubung pembungkus. Sedangkan unshielded tidak memiliki&nbsp;selubung pembungkus. Untuk koneksinya digunakan konektor RJ11 atau RJ-45.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/moodle.smkn1pacitan.sch.id\/pluginfile.php\/33809\/mod_page\/content\/1\/image%20%286%29.png\" alt=\"\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>UTP cocok untuk jaringan dengan skala dari kecil hingga besar. Dengan&nbsp;menggunakan UTP, jaringan disusun berdasarkan topologi star dengan hub sebagai&nbsp;pusatnya. Kabel ini umumnya lebih reliable dibandingkan dengan kabel koaksial.&nbsp;Ada beberapa kategori dari kabel UTP. Yang paling baik adalah kategori 5. Ada dua&nbsp;jenis kabel, yakni straight-through dan crossed. Kabel straight-through dipakai untuk&nbsp;menghubungkan komputer ke HUB, komputer ke switch atau switch ke switch.&nbsp;Sedangkan kabel crossed digunakan untuk menghubungkan hub ke hub atau&nbsp;router ke router. Untuk kabel kategori 5, ada 8 buah kabel kecil di dalamnya yang&nbsp;masing-masing memiliki kode warna. Akan tetapi hanya kabel 1, 2, 3, 6. Walaupun&nbsp;demikian, ke delapan kabel tersebut semuanya terhubung dengan jack. Untuk<br>kabel straight-through, kabel 1, 2, 3, dan 6 pada suatu ujung juga di kabel 1, 2, 3,&nbsp;dan 6 pada ujung lainnya. Sedangkan untuk kabel crossed, ujung yang satu adalah&nbsp;kebalikan dari ujung yang lain (1 menjadi 3 dan 2 menjadi 6).<br><strong>2.&nbsp;Kabel DTE\/DCE<\/strong><br><strong><\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/moodle.smkn1pacitan.sch.id\/pluginfile.php\/33809\/mod_page\/content\/1\/image%20%287%29.png\" alt=\"\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><strong><\/strong><strong><br><\/strong>Kabel DTE (Data Termination Equipment) digunakan untuk menghubungkan antara&nbsp;router dengan router atau router dengan modem. Sedangkan kabel DCE (Data&nbsp;Circuit Equipment) digunakan untuk menghubungkan antara modem dengan&nbsp;device komunikasi internet.<strong><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>F. Troubleshooting WAN<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Permasalahan Jaringan dan Cara Mengatasi Permasalahan Jaringan&nbsp;Dalam jaringan sering terjadi masalah, biasanya permasalahan ini disebabkan oleh&nbsp;banyaknya pengguna jaringan (client), dan bisa juga disebabkan oleh peralatan dan lain-lain. Dalam suatu infrastruktur jaringan yang sangat besar, suatu jaringan yang efisien&nbsp;adalah suatu keharusan. Jika desain infrastruktur jaringan kita tidak efisien maka aplikasi&nbsp;atau akses ke resource jaringan pun menjadi sangat tidak efisien dan terasa sangat lambat.&nbsp;Performa jaringan yang sangat lambat ini biasanya disebabkan oleh congestion jaringan&nbsp;(banjir paket pada jaringan), di mana traffic data melebihi dari kapasitas bandwidth yang ada&nbsp;sekarang. Kalau boleh diibaratkan seperti jalanan ibukota pada jam sibuk, kapasitas jalan&nbsp;tidak mencukupi dengan berjubelnya jumlah kendaraan yang memadati jalanan, akibatnya&nbsp;adalah kemacetan yang luar biasa. Kalau pada hari libur maka jalanan terasa lengang dan&nbsp;Anda bisa memacu kendaraan dengan cepat.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>a)&nbsp;Collision<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/moodle.smkn1pacitan.sch.id\/pluginfile.php\/33809\/mod_page\/content\/1\/image%20%288%29.png\" alt=\"\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Istilah collision domain mendefinisikan sekumpulan perangkat jaringan di mana data&nbsp;frame mereka bisa saling bertabrakan. Semua piranti yang disebut di atas menggunakan&nbsp;hub yang berisiko collisions antarframe yang dikirim sehingga semua piranti dari&nbsp;jenis jaringan ethernet ini berada pada collision domain yang sama. Bagaimana solusi&nbsp;menghilangkan collision domain dan algoritme CSMA\/CD yang bisa membuat jaringan&nbsp;Anda lambat, adalah mengganti jaringan hub anda dengan switch LAN. Switch tidak&nbsp;menggunakan bus secara bersama-sama seperti hub, akan tetapi memperlakukan setiap&nbsp;port tunggal sebagai sebuah bus terpisah sehingga tidak mungkin terjadi tabrakan.&nbsp;Switches menggunakan buffer memori juga untuk menahan frame yang datang,&nbsp;sehingga jika ada dua piranti yang mengirim frame pada saat yang bersamaan, switch&nbsp;akan melewatkan satu frame sementara frame satunya lagi ditahan di dalam memory&nbsp;buffer menunggu giliran frame pertama selesai dilewatkan. Mengganti semua hub anda&nbsp;dengan switch akan meningkatkan kinerja dan performa jaringan Anda dan kelambatan&nbsp;jaringan akan berkurang secara signifikan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>b)&nbsp;Bottlenecks<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/moodle.smkn1pacitan.sch.id\/pluginfile.php\/33809\/mod_page\/content\/1\/image%20%289%29.png\" alt=\"\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Beban user yang sangat tinggi untuk mengakses jaringan akan menyebabkan bottleneck&nbsp;jaringan yang mengarah pada kelambatan jaringan. Aplikasi yang memakan bandwidth&nbsp;yang sangat tinggi seperti aplikasi video dapat menyumbangkan suatu kelambatan&nbsp;jaringan yang sanga signifikan karena seringnya mengakibatkan sistem jaringan&nbsp;menjadi bottleneck.&nbsp;Anda perlu mengidentifikasikan aplikasi (khususnya aplikasi yang dengan beban tinggi)&nbsp;yang hanya diakses oleh satu departemen saja, dan letakkan server pada switch yang&nbsp;sama dengan user yang mengaksesnya. Meletakkan resource jaringan yang sering&nbsp;diakses pada tempat yang dekat dengan pemakainya akan memperbaiki kinerja dan&nbsp;performa jaringan dan juga response time. Performa LAN juga bisa diperbaiki dengan&nbsp;menggunakan link backbone gigabit dan juga switch yang mempunyai performa tinggi.&nbsp;Jika sistem jaringan menggunakan beberapa segment maka penggunaan switch layer&nbsp;3 akan dapat menghasilkan jaringan yang berfungsi pada mendekati kecepatan kabel&nbsp;dengan latensi minimum dan secara signifikan mengurangi jaringan yang lambat.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>c)&nbsp;Serangan Trojan Virus<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/moodle.smkn1pacitan.sch.id\/pluginfile.php\/33809\/mod_page\/content\/1\/image%20%2810%29.png\" alt=\"\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Anda memerlukan proteksi jaringan yang sangat kuat untuk melindungi dari serangan&nbsp;Trojan virus dan berbagai macam serangan jaringan lainnya. Software antivirus yang&nbsp;diinstal terpusat pada server antivirus yang bisa mendistribusikan data signature&nbsp;secara automatis kepada client setidaknya akan memberikan peringatan dini kepada&nbsp;clients. Jika ingin mendapatkan perlindungan yang sangat solid dan proaktif maka&nbsp;software keamanan jaringan corporate. BitDefender Corporate Security adalah solusi&nbsp;manajemen dan keamanan bisnis yang sangat tangguh dan mudah digunakan yang&nbsp;bisa memberikan perlindungan secara proaktif terhadap serangan viruses, spyware,&nbsp;rootkits, spam, phising, dan malware lainnya. BitDefender Corporate Security menaikkan&nbsp;produktifitas bisnis dan mengurangi biaya akibat malware dan lainnya dengan cara&nbsp;memusatkan administrasi, proteksi, dan kendali workstation, sekaligus juga file-file,&nbsp;email, dan traffic internet di dalam jaringan corporate Anda. Jika corporate Anda&nbsp;menggunakan jaringan windows maka penggunaan WSUS (Windows System Update&nbsp;Services) adalah suatu keharusan. WSUS secara otomatis memperbarui patches critical&nbsp;windows, security patches, dan windows critical update kepada clients pada saat dirilis&nbsp;update dari Microsoft. Clients Anda tidak perlu update langsung ke internet, cukup&nbsp;koneksi ke server WSUS, sehingga mengurangi beban bandwidth internet Anda, karena&nbsp;hanya server WSUS saja yang terhubung ke internet untuk download updates. Virus&nbsp;biasanya menyerang adanya kelemahan sistem yang sudah diketahui, dan windows&nbsp;update akan melakukan patch vulnerability (menambal lobang titik lemah) sehingga&nbsp;menjaga kemungkinan serangan terhadap lobang kelemahan sistem ini. Berjaga-jaga&nbsp;terhadap serangan virus yang menyebabkan lambatnya jaringan Anda adalah jauh lebih&nbsp;baik terhadap organisasi Anda. Regulasi dan kebijakan masalah pemakaian email dan&nbsp;juga kebijakan pemakaian internet sangat membantu dalam hal ini. Lambat jaringan&nbsp;waktu proses authentication. Jika dalam corporate Anda mempunyai banyak site yang&nbsp;di-link bersama dan setiap site\/cabang dan kantor pusat dikonfigurasikan sebagai active&nbsp;directory site terpisah dan domain controller diintegrasikan dengan DNS server, di saat&nbsp;peak hours\/jam sibuk user pada kantor cabang sering mengalami proses logon yang&nbsp;lambat sekali bahkan time-out. Hal ini akibat dari masalah bottleneck saat komunikasi&nbsp;interlink lewat koneksi WAN link yang menjurus lambatnya sistem. Universal group&nbsp;membership caching pada link lambat. Saat user logon ke jaringan, global catalog&nbsp;memberikan informasi universal group membership account tersebut kepada domain&nbsp;controller yang sedang memproses informasi logon tersebut. Jika global catalog tidak&nbsp;tersedia, saat user melakukan inisiasi proses logon, user hanya akan bisa logon kepada&nbsp;local machine saja, terkecuali jika di site tersebut domain controller-nya di-configure&nbsp;untuk cache universal group membership di setiap kantor cabang. Bisa saja domain&nbsp;controller di masing-masing cabang di-promote global catalog, akan tetapi waspadai&nbsp;juga replikasinya yang bisa menyebabkan link WAN menjadi lambat. Anda bisa mengatur&nbsp;frekuensi replikasi menghindari jam sibuk jika memungkinkan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>G.&nbsp;<\/strong><strong>Perbaikan\/Setting Ulang WAN<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Perbaikan\/setting ulang jaringan (WAN) merupakan upaya tindak lanjut dari kegiatan&nbsp;network monitoring, terutama ketika terjadi kerusakan koneksi. Upaya perbaikan ditujukan&nbsp;kepada kerusakan yang terjadi pada hardware, misalnya tidak berfungsinya salah satu bagian&nbsp;dari hardware. Selama perbaikan dilakukan maka jaringan dapat tetap berjalan dengan&nbsp;memfungsikan komponen cadangan sebagai penggantinya. Setting ulang dilakukan apabila&nbsp;kerusakan jaringan terjadi pada bagian software, yang meminta setting ulang dilakukan.&nbsp;Setting ulang dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu:<\/p>\n\n\n\n<p>1.&nbsp;Dengan mengembalikan dahulu konfigurasi ke kondisi default (konfigurasi vendor)&nbsp;atau dikenal dengan istilah reset.<\/p>\n\n\n\n<p>2.&nbsp;Dengan melakukan setting ulang pada bagian yang mengalami kerusakan saja.<\/p>\n\n\n\n<p>3.\u00a0Setting ulang ketiga dilakukan dengan melakukan restore terhadap sistem backup yang\u00a0telah disimpan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Sumber :<br>\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 Drs. Supriyanto, MT\u00a0Teknologi Jaringan Berbasis Luas (WAN) Kelas XI untuk SMK\/MAK Quantubook\u00a0 2019<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>A. Pengenalan Jaringan&nbsp; Jaringan\/network adalah suatu mekanisme yang memungkinkan berbagai komputer&nbsp;terhubung dan para penggunanya dapat berkomunikasi dan share resources satu sama lain. Informasi dan data bergerak melalui media transmisi jaringan sehingga memungkinkan&nbsp;pengguna jaringan komputer untuk saling bertukar dokumen dan data, <a href=\"https:\/\/guru.smkn1pacitan.sch.id\/sis\/2022\/07\/25\/menganalisis-jaringan-berbasis-luas\/\" class=\"read-more\">Read More &#8230;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"class_list":["post-216","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-tjbl"],"jetpack_featured_media_url":"","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/guru.smkn1pacitan.sch.id\/sis\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/216","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/guru.smkn1pacitan.sch.id\/sis\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/guru.smkn1pacitan.sch.id\/sis\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/guru.smkn1pacitan.sch.id\/sis\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/guru.smkn1pacitan.sch.id\/sis\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=216"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/guru.smkn1pacitan.sch.id\/sis\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/216\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":217,"href":"https:\/\/guru.smkn1pacitan.sch.id\/sis\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/216\/revisions\/217"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/guru.smkn1pacitan.sch.id\/sis\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=216"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/guru.smkn1pacitan.sch.id\/sis\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=216"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/guru.smkn1pacitan.sch.id\/sis\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=216"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}