Tugas 8. Instalasi Database Server

Tugas Mata Pelajaran: Administrasi Sistem Jaringan

 

Kompetensi Pengetahuan: KD. 3.8. Mengevaluasi Database Server

Kompetensi Keterampilan: KD. 4.8. Mengkonfigurasi Database Server

Kelas: XI TKJ

Waktu Pengerjaan dan Pengumpulan: 7 s.d. 25 Januari 2019

Sifat: Individu

 

Petunjuk:

  1. Baca tutorial Instalasi Database Server
  2. Tugas dibuat dalam bentuk Laporan Pelaksanaan Praktik, dalam bentuk PDF dikirim melalui Email, Edmodo, WhatsApp atau dipublikasikan di blog.
  3. Pengumpulan tugas dikonfirmasi melalui WA.
  4. Tugas tidak berlaku untuk siswa yang sudah mengerjakan pada semester Ganjil.
Sistem penilaian sama dengan semester Ganjil.
Hal-hal yang kurang jelas, silakan ditanyakan.
Selamat Mengerjakan.

 

KONFIGURASI ACCESS POINT TP-LINK TL-WA601

PERSIAPAN ALAT DAN BAHAN

  1. ACCESS POINT TL-WA601
  2. BUKU MANUAL TL-WA601
  3. KABEL UTP
  4. LAPTOP

PRAKTIK

Langkah 1. Baca buku manual, perhatikan IP Address dan Akun yang digunakan. Bisa juga dilihat keterangan yang ada di Access Point

IP Address AP: 192.168.1.254/24

AKUN

user: admin

password: admin

Langkah 2. Konfigurasi Laptop, samakan Subnet dengan AP

Langkah 3. Pada Browser ketikkan IP AP yaitu 192.168.1.254

Langkah 4. Ubah IP kedalam Subnet Sekolah.

Setelah diubah tekan Save

Langkah 5. Ubah IP di Laptop

Langkah 6. Konek lagi dengan AP, Pilih menu: Wireless > Basic Setting

Langkah 7. Pilih menu Wireless > Wireless Mode

Langkah 8. Pilih menu Wireless > Security Settings

Langkah 9. Pilih menu DHCP > DHCP Settings

Langkah 10. Reboot AP

Langkah 11. Untuk keamanan, Ubah Akun default AP.

Langkah 12. Koneksikan klien dengan Hotspot

Konfigurasi Jaringan Ad-Hoc di Debian

Konfigurasi Jaringan Ad-Hoc di Debian

Peralatan yang disiapkan: 2 buah Laptop dengan WiFi Adapter.

Langkah 1. Pastikan WiFi Adapter pada Laptop 1 sudah dikenali.

Langkah 2. Ketikkan perintah berikut

buat IP Sementara

Cek A-Hoc sudah berjalan:

Untuk mencari Jaringan yang baru saja dikonfigurasi, pada layar ketikkan: /Linux , sehingga hasilnya seperti berikut:

Jaringan Ad-Hoc sudah aktif dan dapat digunakan

Langkah 3. Lakukan pengujian pada Laptop 2, dengan konek ke SSID yang dibuat pada Laptop 1.

Pengujian dari Linux:

Pengujian dari Windows:

 

 

Konfigurasi Mail Server dan Web Mail

PRAKTIK YANG DILAKSANAKAN:

  1. Instalasi Mail Server
  2. Instalasi Web Mail menggunakan Roundcube (Boleh menggunakan Squirrelmail)

PRAKTIKUM 1. INSTALASI MAIL SERVER

Server-server pada sistem surat elektornik (e-mail)

  1. Server SMTP, dalam praktik ini menggunakan postfix
  2. Server IMAP, dalam praktik ini menggunakan courier-imap
  3. Server POP3, dalam praktik ini menggunakan courier-pop

Langkah 1. Instalasi Server SMTP

Langkah 2. Instalasi Server IMAP dan Server POP3

Pencarian paket courier-pop dan courier-imap (tidak harus dilakukan)

Install paket courier-pop dan courier-imap

Langkah 3. Konfigurasi ulang Postfix

Akan ada dialog seperti berikut:

pilih OK

pilih Internet Site

isikan nama domainnya:

kosongkan untuk tahapan ini:

isikan nama domainnya:

isikan network dari jaringan yang digunakan:

kosongkan untuk tahapan ini:

kosongkan untuk tahapan ini:

pilih IPV4:

Langkah 4. edit file konfigurasi postfix

tambahkan: home_mailbox = Maildir/

Langkah 5. buat direktori Maildir di /etc/skel

selanjutnya buatlah user baru.

Langkah 6. Restart layanan postfix dan courier

Langkah 7. Pengujian pengiriman email menggunakan telnet

Pengiriman email: telnet_nama domain_port yang digunakan

Pengecekan email yang masuk: telnet_nama domain_port yang digunakan

Dari pengujian di atas, Mail server sudah aktif dan dapat digunakan.

PRAKTIKUM 2. INSTALASI WEB MAIL MENGGUNAKAN ROUNDCUBE

Langkah 1. Membuat database untuk roundcube, gunakan phpmyadmin atau dengan perintah CLI

Langkah 2. Install roundcube langsung dari repository Debian atau unduh versi terbaru dari website roundcube

Dalam praktik ini menggunakan cara unduh versi terbaru dari website roundcube:

mekarkan filenya:

rename nama direktori:

copy direktori rouncube ke /var/www/html:

masuk ke direktori /var/www/html:

Langkah 3. Edit file konfigurasi roundcube di /var/www/html/roundcubemail/config/config.inc.php

ubah dan sesuaikan akses ke database server:

Langkah 4. install web mail roundcube

Web mail sudah aktif dan siap digunakan.

 

Konfigurasi Jaringan Ad-Hoc di Windows 10

Konfigurasi Jaringan Ad-Hoc di Windows 10

Langkah 1. pastikan driver WiFi Adapter sudah terpasang.

Langkah 2. jalankan Command Prompt sebagai Administrator

Langkah 3. Lihat Driver WiFi Adapter yang terpasang dan mendukung jaringan Ad-Hoc

 

Langkah 4. konfigurasi SSID dan password jaringan Ad-Hoc

Langkah 5. menjalankan konfigurasi jaringan Ad-Hoc

Langkah 6. cek WiFi pada perangkat lain (Laptop/PC).

Jaringan Ad-Hoc sudah aktif dan dapat digunakan.

Instalasi WordPress di Debian 9 dan Konfigurasi VirtualHost

Praktik yang harus dilakukan adalah:

  1. Praktik Instalasi Database Server
  2. Praktik Instalasi phpmyadmin
  3. Praktik Instalasi WordPress
  4. Praktik membuat VirtualHost untuk WordPress

Praktik 1. Instalasi Database Server

Langkah 1. Instalasi Database Server

Nama paket: mysql-server

Pengujian MySQL Server, gunakan password root  sistem.

Database Server telah terinstal dan dapat digunakan.

Langkah 2. mengganti password root agar berbeda dengan password root untuk sistem

paasword root untuk mysql adalah 123456

Praktik 2. Instalasi phpmyadmin

Langkah 1.  Instalasi phpmyadmin

Untuk dapat mengorganisasi database melalui web, salah satu aplikasinya adalah phpmyadmin

Saat instalasi akan diminta input password untuk user phpmyadmin, silakan inputkan passwordnya dan dicatat!

Dan akan ada pemilihan Web Server, silakan pilih Apache2

Langkah 2. Pengujian phpmyadmin dari browser:

Dengan demikian phpmyadmin sudah dapat digunakan.

Praktik 3. Instalasi WordPress

Langkah 1. Unduh WordPress

Ada beberapa cara unduh WordPress di Debian.

  1. Langsung install dari Debian, tentunya Anda harus terkoneksi dengan jaringan internet dan update repository
  2. Unduh dari websitenya, bisa menggunakan browser, lalu copy ke server Anda
  3. Unduh langsung dengan menggunakan perintah wget, tentunya Anda harus tekoneksi dengan internet.

Langkah 2. mekarkan file wordpress

Langkah 3. copy wordpress ke /var/www/html

Langkah 4. Ubah hak akses kepemilikan dengan perintah chown, dan ubah hak akses direktori dengan perintah chmod

Langkah 5. buat database untuk wordpress, misalkan = wordpressku, dengan menggunakan phpmyadmin atau akses mysql dari terminal.

Langkah 6. copy file wp-config-sample.php menjadi wp-config.php, kemudian edit.

Langkah 7. instalasi wordpress, buka browser ketikkan IP_Anda/wordpress (nama direktori di /var/www/html)

Instalasi WordPress sudah berhasil.

Praktik 4. Membuat VirtualHost untuk WordPress

Yang sebelumnya untuk akses wordpress digunakan IP Server, maka dengan konfigurasi VirtualHost, akan bisa diakses menggunakan sub domain.

Langkah 1. menambahkan alamat sub domain di file konfigurasi /var/cache/bind/db.tekaje.net

Langkah 2. menambahkan alama pointer di file konfigurasi /var/cache/bind/db.172.20

Langkah 3. membuat file blog.tekaje.net.conf di /etc/apache2/sites-availabe/ , kemudian edit file tersebut.

Buatlah entri VirtualHost seperti berikut:

Langkah 4. aktifkan Virtualhost yang dibuat.

Langkah 5. restart layanan web server dan restart layanan DNS Server

Langkah 6. pengujian sub domain

Langkah 7. Pengujian dari klien Windows

Silakan dipraktikkan, baca secara teliti!

Silakan semua server yang telah dikonfigurasi dibuatkan VirtualHost-nya. Seperti FTP Server , File Server dan Mail Server yang akan dipraktikkan setelah kompetensi ini selesai.

Kamu Pasti bisa!

Konfigurasi DNS Server di Debian 9

DNS adalah singkatan dari Domain Name Server, yaitu sebuah sistem yang menyimpan semua informasi data dari domain atau hostname dalam sebuah jaringan. tanpa adanya DNS, maka domain tidak bisa mentranslate atau menerjemahkan domain ke alamat IP.

PRAKTIKUM

Langkah 1. Instal paket bind9

Langkah 2. Buat domain: tekaje.net. File konfigurasi /etc/bind/named.conf.local

Buat forward zone dan reverse zone seperti contoh:

Langkah 3. salin file /etc/bind/db.local ke /var/cache/bind/db.tekaje.net

Langkah 4. Edit file /var/cache/bind/db.tekaje.net

Buat data forward seperti berikut:

Langkah 5. salin fie db.tekaje.net menjadi db.172.20 yang ada di /var/cache/bind/

Langkah 6. Edit file /var/cache/bind/db.172.20

Buat data reverse seperti berikut:

Langkah 7. Periksa data konfigurasi pada file named.conf.local, db.tekaje.net dan db.172.20 dengan perintah named-checkconf -z

Dari keterangan di atas, semua data konfigurasi sudah benar.

Langkah 8. tambahkan DNS nameserver dari server Anda pada file resolv.conf 

Langkah 9. restart layanan bind9

Langkah 10. Pengujian DNS Server dengan perintah netstat, nslookup, dan dig

memastikan port 53 aktif

pengujian dengan nslookup

lakukan pengujian dengan perintah dig, amati hasilnya!

Langkah 11. Pengujian dari jaringan

Dari klien Windows, sesuaikan subnet dengan menambahkan IP DNS Server : 172.20.1.152 atau secara otomatis jika DHCP Server sudah ada.

Instalasi Web Server menggunakan Apache2

Server web atau yang dalam bahasa inggris disebut web server adalah merupakan perangkat lunak (software) dalam server yang berfungsi untuk menerima permintaan (request) berupa halaman web melalui protokol HTTP dan atau HTTPS dari client yang lebih dikenal dengan nama browser, kemudian mengirimkan kembali (respon) hasil permintaan tersebut ke dalam bentuk halaman-halaman web yang pada umumnya berbentuk dokumen HTML.

Praktikum.

Langkah 1. Instalasi paket Apache2

Setelah instalasi apache2, maka otomatis web server sudah aktif. Cek dengan menuliskan alamat web server pada browser.

Langkah 2. Pengujian dengan merubah isi dari file index.html, yang secara default letaknya di /var/www/html/html.index.

copy file index.html menjadi index.html.asli

Buat contoh halaman web, bisa menggunakan perintah cat atau edit file dengan nano

Akses dari browser

Untuk merestart layanan web server gunakan perintah:

Konfigurasi Samba Server

Praktikum Samba Server

Langkah 1. install paket samba

langkah 2. install paket samba untuk klien

Langkah 3. cek status layanan samba

Langkah 4. membuat user baru atau gunakan user yang sudah ada

Langkah 5. konfigurasi file /etc/samba/smb

buat konfigurasi diakhir baris, contoh seperti berikut:

 

Langkah 6. restart layanan samba server

Langkah 7. jalankan smbclient untuk melihat direktori yang dishare pada konfigurasi

 

Langkah 8. Pengujian dari Windows, bisa menggunakan Windows Explorer, ketikkan pada address bar: \\172.20.1.152

 

 

Catatan:

Konfigurasi samba bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

Konfigurasi Remote Server

Selain menggunakan telnet, untuk remote server dapat menggunakan protokol SSH, protokol Secure Shell (SSH) merupakan sebuah protokol jaringan kriptografi untuk komunikasi data yang aman, login antarmuka baris perintah, perintah eksekusi jarak jauh, dan layanan jaringan lainnya antara dua jaringan komputer.

Langkah 1. Install paket openssh-server

Langkah 2. konfigurasi file /etc/ssh/sshd_config

Ubah konfigurasi menjadi:

Langkah 3. restart layanan ssh

langkah 4. pengujian ssh

Dari klien Windows bisa menggunakan program Putty

 

Setelah berhasil login, Anda sudah dapat mengadministrasi server.